PILAH-PILIH OLI: Sesuaikan Peruntukan Biar Nggak Selip



“Konsistensi dan produk sesuai dengan spesifikasi menjadi salah satu syarat utama oli berkualitas yang terpercaya”, kata Andy Tanu selaku ahli oli dari merek Vrooam.  Lebih lanjut lagi Andy menekankan bahwa merek oli terkenal dan harga bisa menjadi cerminan sekaligus jaminan kualitas oli. Jarak tempuh yang tertera dengan label produk harus sesuai dengan kualitas yang sesungguhnya. Produsen oli terkenal meracik oli dengan bahan yang memiliki baku mutu terjamin.

Mengenal Base Oil

Sebelum lebih jauh tahu soal oil, yuk mengenal bahan dasar peracik oli terlebih dulu. Andy juga menerangkan klasifikasi bahan dasar atau base oil. Menurutnya, klasifikasi oli tersebut dilakukan oleh American Petroleum Institute (API). Klasifikasi ini membagi oli dalam 5 kategori. Yaitu Group I, Group II, Group III, Group IV dan Group V. Group I, Group II, dan Group III adalah base oil yang dibuat dari minyak mentah yang sudah melalui tahap pemurnian. Sementara itu, Group IV adalah base oli sintetik murni, minyak PAO atau polyalphaolefin. Group V adalah base oli adalah oli yang diracik dengan bahan yang tidak termasuk ke dalam Group I sampai Group IV.

Group I adalah oli yang mampu bertahan pada kisaran suhu antara 32 derajat Fahrenheit sampai dengan 150 derajat Fahrenheit. Oli yang termasuk dalam grup ini melalui proses pemurnian yang paling sederhana. Oleh sebab itu oli yang termasuk dalam grup ini dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau atau murah.

Berikutya oli Group II adalah oli yang melalui proses pemurnian yang lebih kompleks. Proses tersebut disebut sebagai hydrocracking atau hydroprocessing. Dalam grup ini hydrocracking yang dilakukan tidak sekompleks yang dilakukan pada Group III.  Jika dibandingkan dengan base oil Group I, base oil Group II memiliki tambahan anti-oksidan  yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh molekul hidrokarbon pada base oil Group II bersifat jenuh. Dari sisi visual, base oil Group II lebih bening dan murni daripada base oil Group I. Base oil Group II adalah base oil yang paling umum beredar di pasaran. Harga base oil Group II tidak terpaut terlalu jauh dengan harga base oil Group II.

Tingkatan selanjutnya yaitu base oil Group III. Base oil Group III melalui proses permunian yang lebih kompleks daripada Group II. Proses hydrocracking yang dilakukan melalui proses bertekanan dan suhu yang lebih tinggi.  Meskipun dibuat dari minyak mentah sama seperti base oil Group I dan Group II, base oil Group III sering kali disebut sebagai hidrokarbon sintetis. Sebab, oli ini melalui permurnian yang kompleks.

Kasta oli berikutnya yang perlu dikenal yaitu base oil Group IV. Merupakan golongan polyalphaolefin atau PAO yang dibuat melalui proses synthesizing. Base oil Group IV memiliki kisaran atau range temperatur yang lebih luas. Sehingga base oil jenis ini akan sangat baik jika diaplikasikan dalam kondisi ekstrim. Misalnya dalam suhu sangat dingin atau sangat panas. Makanya oli dlam grup ini diaplikasikan untuk mesin berperforma tinggi.

Kasta tertinggi yaitu base oil yang termasuk dalam Group V. Merupakan base oil yang tidak berasal dari minyak mentah (bukan Group I, II, dan III) serta bukan merupakan golongan polyalphaolefin. Yang termasuk dalam base oil Group V adalah golongan silikon, ester fosfat, polyalkylene  glycol (PAG), dan polyester.

Base oil Group V dapat pula berupa campuran satu golongan base oil dengan base oil lainnya. Diformulasik

an secara khusus untuk meningkatkan karateristik tertentu. Salah satu contohnya yaitu base oil yang digunakan untuk kompresor. Base oil yang digunakan adalah polyaplphaolefin yang dicampur dengan polyester. Tujuannya supaya memiliki usia pakai yang lebih panjang. Sebab, golongan ester mampu bertahan pada suhu yang tinggi serta memiliki karakter detergensi yang baik/

Oli Motor Kopling Beda Dengan Oli Matic

Oli berkualitas memiliki kemampuan meredam panas. Tidak membuat mesin menjadi panas serta mampu menjaga mesin tetap stabil. Hal lain yang harus diperhatikan saat memilih oli yaitu spesifikasi dan  peruntukannya. Oli motor yang diperuntukkan bagi motor manual berbeda dengan oli yang diperuntukkan untuk kendaraan matic.  Penggunaan jenis oli yang tidak sesuai dengan peruntukannya tidak akan mengakibatkan gejala apapun pada awalnya. Namun jika hal ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan mesin.

Sepeda motor manual menerapkan teknologi kopling basah. Sepeda motor seperti ini menggunakan jenis oli dengan kode JASO MA. Oli ini mendapatkan tambahan zat adiktif yang berguna untuk menetralisir kotoran yang dihasilkan dari rontokan kampas kopling. Sedangkan sepeda motor matic menerapkan teknologi kopling kering. Fitur ini butuh pelumasan dengan oli berkode JASO MB. Oli ini tidak ditambah adiktif.

Oli JASO MB memiliki karakter fisik lebih licin dibandingkan dengan oli JASO MA. Jadi, jika motor manual dicekok paksa dengan oli matic (JASO MB) pada putaran tinggi kemungkinan kopling dapat slip.